<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5275701646378288036</id><updated>2012-02-16T19:37:05.579+07:00</updated><title type='text'>MATERI SOSIOLOGI KELAS XI IPS</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5275701646378288036/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SOSIOLOGI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15867990114068366172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/THSclvOCFRI/AAAAAAAAAAU/RzcOMmn-HtI/S220/guru+toni.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5275701646378288036.post-7464724909324696260</id><published>2011-05-16T12:18:00.049+07:00</published><updated>2011-09-26T16:51:34.743+07:00</updated><title type='text'>Bab. 4. MOBILITAS SOSIAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Bab. IV&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;MOBILITAS SOSIAL&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;A.&amp;nbsp; Pengertian Umum :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya.  Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial yang ada pada istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial. Jadi, mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. Namun, ia gagal dan akhirnya jatuh miskin. Proses perpindahan posisi atau status sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam struktur sosial masyarakat inilah yang disebut gerak sosial atau mobilitas sosial (social mobility) &lt;span class="fullpost"&gt; Pengertian menurut Ahli :&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya.  •&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kimball Young dan Raymond W. Mack, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial. Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang peling cocok bagi diri mereka. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial berbeda. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Bila tingkat mobilitas sosial rendah, tentu saja kebanyakan orang akan terkukung dalam status nenek moyang mereka. Mereka hidup dalam kelas sosial tertutup. Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit. Contohnya, masyarakat feodal atau pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Pada masyarakat yang menganut sistem kasta, bila seseorang lahir dari kasta yang paling rendah untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah. Dia tidak mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi, meskipun ia memiliki kemampuan atau keahlian. Karena yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan. Dengan demikian, tidak terjadi gerak sosial dari strata satu ke strata lain yang lebih tinggi.  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Bentuk-bentuk mobilitas sosial&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari arah pergerakannya terdapat dua bentuk mobilitas sosial , yaitu mobilitas sosial vertikal dan mobilitas sosial horizontal. Mobilitas social vertical dapat dibedakan lagi menjadi social sinking dan social climbing. Sedangkan mobilitas horizontal dibedakan menjadi mobilitas social antarwilayah (geografis) dan mobilitas antargenerasi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Mobilitas vertikal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mobilitas Vertika : adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok orang pada lapisan sosial yang berbeda. Mobilitas vertikal mempunyai dua bentuk  yang utama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mobilitas vertikal keatas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mobilitas vertikal ke bawah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Mobilitas vertical ke atas (Sosial Climbing&lt;/b&gt;)  Sosial climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang&lt;br /&gt;Sosial climbing memiliki dua bentuk, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi, dimana status itu telah tersedia. Contoh: A adalah seorang guru sejarah di salah satu SMA. Karena memenuhi persyaratan, ia diangkat menjadi kepala sekolah.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi dari pada lapisan sosial yang sudah ada. Contoh: Pembentukan organisasi baru memungkinkan seseorang untuk menjadi ketua dari organisasi baru tersebut, sehingga status sosialnya naik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Adapun penyebab sosial climbing adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Melakukan peningkatan prestasi kerja&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggantikan kedudukan yang kosong akibat adanya proses peralihan generasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;B. Mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking&lt;/b&gt;) Sosial sinking merupakan proses penurunan status atau kedudukan seseorang. Proses sosial sinking sering kali menimbulkan gejolak psikis bagi seseorang karena ada perubahan pada hak dan kewajibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Social sinking dibedakan menjadi dua bentuk :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Turun nya kedudukan seseorang ke kedudukan lebih rendah.  Contoh: seorang prajurit dipecat karena melakukan tidakan pelanggaran berat ketika melaksanakan tugasnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial.  Contoh  Tim Juventus terdegradasi ke seri B.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Penyebab sosial sinking adalah sebagai berikut.:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Berhalangan tetap atau sementara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Memasuki masa pensiun.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbuat kesalahan fatal yang menyebabkan diturunkan atau di pecat dari   jabatannya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;2. Mobilitas horizontal&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mobilitas Horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama.  Dengan kata lain mobilitas horisontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri utama mobilitas horizontal adalah tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam mobilitas sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Contoh: Pak Amir seorang warga negara Amerika Serikat, mengganti kewarganegaraannya dengan kewarganegaraan Indonesia, dalam hal ini mobilitas sosial Pak Amir disebut dengan Mobilitas sosial horizontal karena gerak sosial yang dilakukan Pak Amir tidak merubah status sosialnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Mobilitas social horizontal dibedakan dua bentuk :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mobilitas social antar wilayah/ geografis Gerak sosial ini adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain seperti transmigrasi, urbanisasi, dan migrasi.Cara untuk melakukan mobilitas sosial&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mobilitas antargenerasi Mobilitas antargenerasi secara umum berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup, baik naik atau turun dalam suatu generasi. Penekanannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status sosial suatu generasi ke generasi lainnya. Contoh: Pak Parjo adalah seorang tukang becak. Ia hanya menamatkan pendidikannya hingga sekolah dasar, tetapi ia berhasil mendidik anaknya menjadi seorang pengacara. Contoh ini menunjukkan telah terjadi mobilitas vertikal antargenerasi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Mobilitas antargenerasi dibedakan menjadi dua, yaitu mobilitas intragenerasi dan mobilitas intergenerasi.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mobilitas intragenerasi adalah&amp;nbsp; mobilitas yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam satu generasi yang sama.  Contoh: Pak Darjo awalnya adalah seorang buruh. Namun, karena ketekunannya dalam bekerja dan mungkin juga keberuntungan, ia kemudian memiliki unit usaha sendiri yang akhirnya semakin besar. Contoh lain, Pak Bagyo memiliki dua orang anak, yang pertama bernama Endra bekerja sebagai tukang becak, dan Anak ke-2, bernama Ricky, yang pada awalnya juga sebagai tukang becak. Namun, Ricky lebih beruntung daripada kakaknya, karena ia dapat mengubah statusnya dari tukang becak menjadi seorang pengusaha. Sementara Endra tetap menjadi tukang becak. Perbedaan status sosial antara Endra dengan adiknya ini juga dapat disebut sebagai mobilitas intragenerasi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mobilitas Intergenerasi adalah perpindahan status atau kedudukan yang terjadi diantara beberapa generasi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Mobilitas intergenerasi dibedakan menjadi dua yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mobilitas intergenerasi naik&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mobilitas intergenerasi turun Contoh : Kakeknya seorang bupati, bapaknya seorang camat dan anaknya sebagai kepala desa.(intergenerasi turun)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;C.  Hubungan Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dijelaskan diatas bahwa mobilitas sosial merupakan perpindahan status ataukedudukan dari satu lapisan ke lapisan yanhg lain. Perpindahan tersebut terjadi dalam suatu struktur sosialyang berdimensi vertikal, artinya mudah-tidak nya seseorang melakukan mobilitas sosial tergantung dari struktur sosial masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Mobilitas sosial dalam sistem stratifikasi sosial terbuka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang memiliki sistem stratifikasi sosial terbuka memberi kesempatan pada para anggotanya untuk melakukan mobilitas sosial vertikal yang terjadi dapat berupa sosial climbing ataupun sinking.    Dalam sistem stratifikasi soaial yang terbuka memungkinkan setiap anggota masyarakat bersikap aktif dan kreatif dalam melakukan perubahan-perubahab untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya&lt;br /&gt;Prinsip umum mobilitas sosial dalam masyarakat yang menganut stratifikasi terbuka adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tidak ada satu pun masyarakat yang mutlak tertutup terhadap mobilitas sosial vertikal&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seterbuka apapun suatu masyarakat terhadap mobilitas sosial, terkadang tetap ada hambatan-hambatan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setiap masayarakat pasti memiliki tipe mobilitas sosial vertikal sendiri, tidak ada tipe yang berlaku umum bagi setiap masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Laju mobilitas sosial disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, dan pekerjaan yang berbeda-beda.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, dan pekerjaan, tidak menunjukkan adanya kecenderungan yang kontinu tentang bertambah atau berkurang laju mobilitas sosial.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;2. Mobilitas Sosial dalam Sistem Stratifikasi Sosial yang Tertutup&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masyarakat yang menganut sistem stratifikasi sosial tertutup kemungkinan terjadinya mobilitas sosial vertikal sangat kecil. Hal ini terjadi karena masyarakatnya lebih mengutamakan nilai-nilai tradisional. Contohnya, masyarakat suku Badui Dalam. Mereka lebih memilih menjaga nilai-nilai tradisional dan menolak adanya perubahan.  Dari uraian diatas, jelas terdapat hubungan antara mobilitas sosial yang terjadi pada seseorang atau sekelompok orang dengan struktur sosial masyarakat tempat seseorang atau sekelompok orang tersebut berada.&lt;br /&gt;Secara umum, cara orang untuk dapat melakukan mobilitas sosial ke atas adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perubahan standar hidup Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis, melainkan akan mereflesikan suatu standar hidup yang lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status. Contoh: Seorang pegawai rendahan, karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan pangkat menjadi Menejer, sehingga tingkat pendapatannya naik. Status sosialnya di masyarakat tidak dapat dikatakan naik apabila ia tidak merubah standar hidupnya, misalnya jika dia memutuskan untuk tetap hidup sederhana seperti ketika ia menjadi pegawai rendahan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perkawinan Untuk meningkatkan status sosial yang lebih tinggi dapat dilakukan melalui perkawinan. Contoh: Seseorang wanita yang berasal dari keluarga sangat sederhana menikah dengan laki-laki dari keluarga kaya dan terpandang di masyarakatnya. Perkawinan ini dapat menaikan status si wanita tersebut.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan tempat tinggal Untuk meningkatkan status sosial, seseorang dapat berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru. Atau dengan cara merekonstruksi tempat tinggalnya yang lama menjadi lebih megah, indah, dan mewah. Secara otomatis, seseorang yang memiliki tempat tinggal mewah akan disebut sebagai orang kaya oleh masyarakat, hal ini menunjukkan terjadinya gerak sosial ke atas.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;D. Faktor-faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faktor Pendorong Mobilitas Sosial :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A. Faktor Struktural&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya. Adapun yang termasuk dalam cakupan faktor struktural adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Struktur Pekerjaan Disetiap masyarakat terdapat beberapa kedudukan tinggi dan rendah yang harus diisi oleh anggota masyarakat yang bersangkutan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Perbedaan Fertilitas Setiap masyarakat memiliki tingkat ferilitas (kelahiran) yang berbeda-beda. Tingkat fertilitas akan berhubungan erat dengan jumlah jenis pekerjaan yang mempunyai kedudukan tinggi atau rendah&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Ekonomi Ganda Suatu negara mungkin saja menerapka sistem ekonomi ganda (tradisional dan modern), contoh nya di negara-negara Eropa barat dan Amerika. Hal itu tentu akan berdampak pada jumlah pekerjaan, baik yang bersetatus tinggi naupun rendah.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;B. Faktor Individu Faktor individu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;adalah kualitas seseorang , baik ditinjau dari segi tingkat pendidikan, penampilan, maupun keterampilan pribadi. Faktor Individu meliputi :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perbedaan Kemampauan  Setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Mereka yang cakap mempunyai kesempatan dalam mobilitas sosial.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orientasi Sikap terhadap mobilitas Banyak cara yang di lakukan oleh para individu dalam meningkatka prospek mobilitas sosialnya, antara lain melalui pedidikan, kebiasaan kerja, penundaan kesenangan, dan memperbaiki diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor kemujuran Walaupun seseorang telah berusaha keras dalam mencapai tujuannya, tetapi kadang kala mengalami kegagalan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;C. Status Sosial &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya, karena ketika ia dilahirkan tidak ada satu manusia pun yang memiliki statusnya sendiri. Apabila ia tidak puas dengan kedudukan yang diwariskan oleh orang tuanya, ia dapat mencari kedudukannya sendiri dilapisan sosial yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. Keadaan Ekonomi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial. Orang yang hidup dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan, misalnya daerah tempat tinggal nya tandus dan kekurangan SDA, kemudian berpindah tempat ke tempat yang lain atau ke kota besar. Secara sosiologis mereka dikatakan mengalami mobilitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E.Situasi Politik&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Situasi Politik dapat menyebabkan terjadinya mobilitas sosial suatu masyarakat dalam sebuah negara. Keadaan negara yang tidak menentu akan mempengaruhi situasi keamanan yang bisa mengakibatkan terjadinya mobilitas manusia ke daerah yang lebih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;F. Kependudukan (Demografi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arti geografik. Di satu pihak, pertambahan jumlah penduduk yang pesa mengakibatkan sempitnya tempat permukiman, dan di pihak lain kemiskinan yang semakin merajalela. Keadaan demikian yang membuat sebagian warga masyarakat mencari tempat kediaman lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;G. Keingina Melihat Daerah Lain&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adanya keingina melihat daerah lain mendorong masyarakat untuk melangsungkan mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;H. Perubahan kondisi sosial&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Struktur kasta dan kelas dapat berubah dengan sendirinya karena adanya perubahan dari dalam dan dari luar masyarakat. Misalnya, kemajuan teknologi membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas. Perubahan ideologi dapat menimbilkan stratifikasi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I. Ekspansi teritorial dan gerak populasi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ekspansi teritorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan cirti fleksibilitas struktur stratifikasi dan mobilitas sosial. Misalnya, perkembangan kota, transmigrasi, bertambah dan berkurangnya penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;J.Komunikasi yang bebas&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Situasi-situasi yang membatasi komunikasi antarstrata yang beraneka ragam memperkokoh garis pembatas di antara strata yang ada dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara mereka dan akan mengahalangi mobilitas sosial. Sebaliknya, pendidikan dan komunikasi yang bebas sertea efektif akan memudarkan semua batas garis dari strata sosial uang ada dan merangsang mobilitas sekaligus menerobos rintangan yang menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;K. Pembagian kerja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Besarnya kemungkinan bagi terjadinya mobilitas dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang ada. Jika tingkat pembagian kerja tinggi dan sangat dispeliasisasikan, maka mobilitas akan menjadi lemah dan menyulitkan orang bergerak dari satu strata ke strata yang lain karena spesialisasi pekerjaan nmenuntut keterampilan khusus. Kondisi ini memacu anggota masyarakatnya untuk lebih kuat berusaha agar dapat menempati status tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;L. Kemudahan dalam akses pendidikan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika pendidikan berkualitas mudah didapat, tentu mempermudah orang untuk melakukan pergerakan/mobilitas dengan berbekal ilmu yang diperoleh saat menjadi peserta didik. Sebaliknya, kesulitan dalam mengakses pendidikan yang bermutu, menjadikan orang yang tak menjalani pendidikan yang bagus, kesulitan untuk mengubah status, akibat dari kurangnya pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faktor penghambat mobilitas sosial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor penting yang justru menghambat mobilitas sosial. Faktor-faktor penghambat itu antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kemiskinan Faktor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial. Bagi masyarakat miskin, mencapai status sosial tertentu merupakan hal sangat sulit&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diskriminasi Kelas Sistem kelas terturup dapat menghalangi mobilitas ke atas, terbukti denga adanya pembatasab keanggotaan  suatu orgnisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan. seperti yang terjadi di Afrika Selatan di masa lalu, dimana ras berkulit putih berkuasa dan tidak memberi kesempatan kepada mereka yang berkulit hitam untuk dapat duduk bersama-sama di pemerintahan sebagai penguasa. Sistem ini disebut Apharteid dan dianggap berakhir ketika Nelson Mandela, seorang kulit hitam, terpilih menjadi presiden Afrika Selatan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbedaan Ras dan Agama Dalam sistem kelas tertutup dapat memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal ke atas. Dalam agama tidak dibenarka seseorang dengan sebebas-bebasnya dan sekehendak hatinya berpindah-pindah agama sesuai keinginannya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbedaan jenis kelamin (Gender) Dalam masyarakat, pria di pandang lebih tinggi derajatnya dan cenderung menjadi lebih mobil daripada wanita. Perbedaan ini mempengaruh dala mencapai prestasi, kekuasaan, status sosial, dan kesempatan-kesempatan dalam masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor Pengaruh Sosialisasi yang Sangat kuat Sosialisasi yang sangat atau terlampau kuat dalam suatu masyarakat dapat menghambat proses mobilitas sosial. Terutama berkaitan dengan nilai-nilai dan adat yang berlaku.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbedaan Kepentingan Adanya perbedaan kepentingan antarindividu dalam sutu struktur organisasi menyebabkan masing-masing individu saling bersaing untuk memperebutkan sesuatu.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;E.   Saluran-Saluran Mobilitas Sosial&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Angkatan Bersenjata Seseorang yang tergabung dalam angkatan bersenjata biasabya ikut berjasa dalam membela nusa dan bangsa sehingga dengan jasa tersebut ia mendapat sejumlah penghargaan dan naik pangkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendidikan Pendidikan, baik formal maupun nonformal merupakan saluran untuk mobilitas vertikal yang sering digunakan, karena melalui pendidikan orang dapat mengubah statusnya.  Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertikal ke atas, bahkan dianggap sebagai social elevator (perangkat) yang bergerak dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi. Contoh: Seorang anak dari keluarga miskin mengenyam sekolah sampai jenjang yang tinggi. Setelah lulus ia memiliki pengetahuan dagang dan menggunakan pengetahuannya itu untuk berusaha, sehingga ia berhasil menjadi pedagang yang kaya, yang secara otomatis telah meningkatkan status sosialnya&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Organisasi Politik Seorang angota parpol yang profesional dan punya dedikasi yang tinggi kemungkinan besar akan cepat mendapatkan status dalam partainya. Dan mungkin bisa menjadi anggota dewan legislatif atau eksekutif&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lembaga Keagamaan Lembaga ini merupakan salah satu saluran mobilitas vertikal, meskipun setiap agama menganggap bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sederajat&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Organisasi Ekonomi Organisasi ini, baik yang bergerak dalam bidang perusahan maupun jasa umumnya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Organisasi Profesi Organisasi profesi lainnya yang dapat dijadikan sebagai saluran mobilitas vertikal, antara lain ikatan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perkawinan Melauli perkawinan seseorang dapat menaikkan statusnya. Misalnya,seseorang wanita yang berasal dari keluarga biasa saja menikah dengan pria berstatus sosial ekonominya lebih tinggi. Hal ini menyebabkan naiknya status sosial nya sang wanita&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Organisasi keolahragaan Melalui organisasi keolahragaan, seseorang dapat meningkatkan status nya ke strata yang lebih tinggi&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Cara umum memperoleh status&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara umum terdapat dua cara yang dapat digunakan untuk memperoleh status social, yaitu melalui &lt;b&gt;askripsi &lt;/b&gt;dan melalui &lt;b&gt;prestasi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Askripsi, yaitu cara memperoleh kedudukan melalui kelahiran, contohnya system kasta dan gelar kebangsawanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prestasi, yaitu cara memperoleh status atau kedudukan dengan usaha sendiri.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara khusus untuk menaikan status :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perubahan tingkah laku Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi, orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelasnya. Bukan hanya tingkah laku, tetapi juga pakaian, ucapan, minat, dan sebagainya. Dia merasa dituntut untuk mengkaitkan diri dengan kelas yang diinginkannya. Contoh: agar penampilannya meyakinkan dan dianggap sebagai orang dari golongan lapisan kelas atas, ia selalu mengenakan pakaian yang bagus-bagus. Jika bertemu dengan kelompoknya, dia berbicara dengan menyelipkan istilah-istilah asing.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan nama Dalam suatu masyarakat, sebuah nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Gerak ke atas dapat dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial yang lebih tinggi. Contoh: Di kalangan masyarakat feodal Jawa, seseorang yang memiliki status sebagai orang kebanyakan mendapat sebutan "kang" di depan nama aslinya. Setelah diangkat sebagai pengawas pamong praja sebutan dan namanya berubah sesau dengan kedudukannya yang baru seperti "Raden"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan tempat tinggal Untuk meningkatkan status sosial, seseorang dapat berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru. Atau dengan cara merekonstruksi tempat tinggalnya yang lama menjadi lebih megah, indah, dan mewah. Secara otomatis, seseorang yang memiliki tempat tinggal mewah akan disebut sebagai orang kaya oleh masyarakat, hal ini menunjukkan terjadinya gerak sosial ke atas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan standar hidup Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis, melainkan akan mereflesikan suatu standar hidup yang lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status. Contoh: Seorang pegawai rendahan, karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan pangkat menjadi Menejer, sehingga tingkat pendapatannya naik. Status sosialnya di masyarakat tidak dapat dikatakan naik apabila ia tidak merubah standar hidupnya, misalnya jika dia memutuskan untuk tetap hidup sederhana seperti ketika ia menjadi pegawai rendahan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bergabung dengan organisasi tertentu Untuk meningkatkan statusnya seseorang dapat bergabung dengan organisasi tertentu , sebagai contoh bergabung dengan organisasi yang berkelas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;G.  Dampak Mobilitas Sosial&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mobilitas sosial akan menimbul kan peluang terjadinya penyesuaian-penyesuaian atau sebalik nya akan menimbulkan konflik.&lt;br /&gt;Menurut Horton dan Hunt (1987), ada beberapa konsekuensi negatif dari adanya mobilitas sosial vertikal, di antara nya:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Adanya kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas menurun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Timbulnya ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterangan hubungan anatar anggota kelompok primer, yang semula karena seseorang berpindah ke status yang lebih tinggi atau ke status yang lebih rendah.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Adapun dampak mobilitas sosial bagi masyarakat, baik yang bersifat positif maupun negatif antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dampak Positif : &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mendorong Seseorang untuk lebih maju Terbukanya kesempatan untuk pindah dari strata ke strata yang lain menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri seseorang untuk maju dalam berprestasi agar memperoleh status yang lebih tinggi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial Masyarakat ke Arah yang Lebih Baik Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik. Contoh: Indonesia yang sedang mengalami perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung oleh sumber daya yang memiliki kualitas. Kondisi ini perlu didukung dengan peningkatan dalam bidang pendidikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan Intergrasi Sosial Terjadi nya mobilitas sosial dalam suatu masyarakat dapat meningkatkan integrasi sosial.misalnya, ia akan menyesuaikan diri dengan gaya hidup, nilai-nilai dan norma-norma yang di anut oleh kelompok orang dengan status sosial yang baru sehingga tercipta intergrasi soaial.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dampak Negatif :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Timbulnya Konflik&lt;/b&gt; Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu sebagai berikut. : &lt;b&gt;1) Konflik Antarkela&lt;/b&gt;s Dalam masyarakat terdapat lapisan-lapisan. Kelompok dalam lapisan tersebut disebut kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antarkelas sosial, maka bisa memicu terjadinya konflik antar kelas. &lt;b&gt;2) Konflik Antarkelompok sosial&lt;/b&gt; Konflik yang menyangkut antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya. Konflik ini dapat berupa: a. Konflik antara kelompok sosial yang masih tradisional dengan kelompok sosial yang modern b. Proses suatu kelompok sosial tertentu terhadap kelompok sosial yang lain yang memiliki wewenang &lt;b&gt;3) Konflik Antargeneras&lt;/b&gt;i Konflik yang terjadi karena adanya benturan nilai dan kepentingan antara generasi yang satu dengan generasi yang lain dalam mempertahankan nilai-nilai denga nilai-nilai baru yang ingin mengadakan perubahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkurangnya Solidaritas Kelompok Penyesuaian diri dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam kelas sosial yang baru merupakan langkah yang diambil oleh seseorang yamg mengalami mobilitas, baik vertikal maupun horizontal. Hal ini dilakukan agar mereka bisa diterima dalam kelas sosial yang baru dan mampu menjalankan fungsi-fungsinya&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Timbulnya Gangguan Psikologis Mobilitas sosial dapat pula mempengaruhi kondisi psikologis seseorang, antara lain sebagai berikut. :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menimbulkan ketakutan dan kegelisahan pada seseorang yang mengalami mobilitas menurun.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Adanya gangguan psikologis bila seseorang turun dari jabatannya&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mengalami frustasi atau putus asa dan malu bagi orang-orang yang ingin naik ke lapisan atas, tetapi tidak dapat mencapainya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5275701646378288036-7464724909324696260?l=sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/feeds/7464724909324696260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/2011/05/bab_16.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5275701646378288036/posts/default/7464724909324696260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5275701646378288036/posts/default/7464724909324696260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/2011/05/bab_16.html' title='Bab. 4. MOBILITAS SOSIAL'/><author><name>SOSIOLOGI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15867990114068366172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/THSclvOCFRI/AAAAAAAAAAU/RzcOMmn-HtI/S220/guru+toni.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5275701646378288036.post-7201672931613269824</id><published>2010-10-26T10:26:00.000+07:00</published><updated>2011-09-26T16:51:55.229+07:00</updated><title type='text'>Bab 3. KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;BAB III.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;KONFLIK SOSIAL DAN INTEGRASI SOSIAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengertian Konflik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menurut &lt;i&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia &lt;/i&gt;(KBBI) konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan atau pertentangan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih(atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dalam Bahasa latin &lt;b&gt;: Configere&lt;/b&gt; artinya saling memukul. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Pengertian Konflik menurut Ahli :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l10 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Soerjono Soekanto : Suatu proses      sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan      jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan /atau      kekerasan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l10 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Gillin and Gillin : konflik adalah bagian      dari sebuah proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan      fisik, emosi , kebudayaan dan perilaku.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Faktor-faktor Penyebab Konflik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Soejono Soekanto mengemukakan 4 faktor penyebab terjadinya konflik yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l23 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;perbedaan antarindividu, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l23 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;perbedaan kebudayaan ,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l23 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;perbedaan kepentingan dan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l23 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;perubahan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Perbedaan antarindividu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Merupakan perbedaan yang menyangkut perasaan, pendirian, atau ide yang berkaitan dengan harga diri, kebanggan, dan identitas seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Sebagai contoh anda ingin suasana belajar tenang tetapi teman anda ingin belajar sambil bernyanyi, karena menurut teman anda itu sangat mundukung. Kemudian timbul amarah dalam diri anda. Sehingga terjadi konflik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Perbedaan Kebudayaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Kepribadian seseorang dibentuk oleh keluarga dan masyarakat . tidak semua masyarakat memiliki nilai-nilai dan norma yang sama. Apa yang dianggap baik oleh satu masyarakat belum tentu baik oleh masyarakat lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Interaksi sosial antarindividu atau kelompok dengan pola kebudayaan yang berlawanan dapat menimbulkan rasa amarah dan benci sehingga berakibat konflik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Perbedaan Kepentingan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Setiap kelompok maupun individu memiliki kepentingan yang berbeda pula. Perbedaan kepentingan itu dapat menimbulkan konflik diantara mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Perubahan Sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Perubahan yang terlalu cepat yang terjadi pada suatu masyarakat dapat mengganggu keseimbangan sistem nilai dan norma yang berlaku, akibatnya konflik dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan individu dengan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Sebagai contoh kaum muda ingin merombak pola perilaku tradisi masyarakatny, sedangkan kaum tua ingin mempertahankan tradisi dari nenek moyangnya. Maka akan timbulah konflik diantara mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Bentuk-bentuk Konflik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Menurut Lewis A. Coser konflik dibedakan menjadi 2 yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l16 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik realistis berasal dari      kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem atau tuntutan yang      terdapat dalam hubungan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l16 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik nonrealistis adalah konflik      yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang      antagonis(berlawanan), melainkan dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk      meredakan ketegangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Berdasarkan kedua bentuk konflik diatas Lewis A. Coser membedakannya lagi kedalam dua bentuk konflik berbeda, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l5 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik In-group adalah konflik yang      terjadi dalam kelompok itu sendiri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l5 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik Out-Group adlah konflik yang      terjadi antara suatu kelompok dengan kelompok lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Menurut Soerjono Soekanto konflik dibedakan menjadi 5 bentuk, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l9 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik atau pertentangan pribadi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l9 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik atau pertentangan rasial&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l9 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik atau pertentangan antar      kelas-kelas sosial&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l9 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik atau pertentangan politik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l9 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik atau pertentangan yang      bersifat internasional&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Berdasarkan Sifatnya :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l20 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik destruktif, merupakan konflik      yang muncul karena adanya perasaan tidak senang , rasa benci dan dendam      dari seseorang ataupun kelompok orang . Pada titik tertentu konflik ini      dapat merusak atau menghancurkan sebuah hubungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l20 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik konstruktif, merupakan      konflik yang bersifat fungsional, konflik ini muncul karena adanya      perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu      permasalahan. Konflik ini menghasilkan konsesus dari perbedaan pendapat      menuju sebuah perbaikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Berdasrkan posisi pelaku yang berkonflik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l17 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik vertikal, konflik antar komponen      masyarakat didalam suatu struktur yang bersifat hirarkis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l17 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik horisontal,konflik antara      individu atau kelompok yang memiliki kedudukan relatif sama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l17 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik diagonal, merupakan konflik      yang terjadi karena adanya ketidakadilan aloksi sumber daya ke seluruh      organisasi sehingga menimbulkan pertentangan ekstrim, contoh konflik poso&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Berdasarkan sifat pelaku yang berkonflik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l21 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik terbuka, merupakan konflik      yang diketahui semua pihak, contoh konflik antara Israel dengan Palestina&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l21 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik tertutup, konflik yang hanya      diketahui oleh orang-orang atau kelompok yang terlibat konflik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Berdasarkan konsentrasi aktivitas Manusia di dalam masyarakat:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l2 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik sosial, merupakan konflik      yang terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan sosial dari pihak yang      berkonflik. Konflik sosial dibedakan menjadi dua,yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;\0022Times New Roman\0022&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik sosial vertikal : konflik yang terjadi antara masyarakat dengan negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;\0022Times New Roman\0022&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik sosial horisontal : konflik yang terjadi antar etnis, suku atau agama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l3 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik Politik, yaitu konflik yang      terjadi akibat terjadi karena perbedaan kepentingan yang berkaitan dengan      kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l3 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik Ekonomi, konflik akibat      adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang berkonflik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l3 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik Budaya, konflik akibat adanya      perbedaan kepentingan budaya dari pihak yang berkonflik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l3 level1 lfo10; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik Ideologi, konflik akibat      perbedaan paham yang diyakini oleh seseorang atau sekolompok orang ,      contoh konflik saat G30-S/PKI&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dari sudut psikologi sosial, Ursula Lehr mengemukakan konflik sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l19 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik dengan orangtua&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l19 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik dengan anak-anak sendiri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l19 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik dengan keluarga&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l19 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik dengan orang lain&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l19 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik dengan suami atau istri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l19 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik disekolah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l19 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik dalam pemilihan pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l19 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik agama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l19 level1 lfo11; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik pribadi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dampak Sebuah Konflik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dampak sebuah konflik memiliki 2 sisi yang berbeda yaitu dilihat dari segi positif dan dari segi negatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Segi positif dari konflik adalah sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l22 level1 lfo12; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik dapat memperjelas aspek-aspek      kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas di telaah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l22 level1 lfo12; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik memungkinkan adanya      penyesuaian kembali norma-norma, nila-nilai, serta hubungan-hubungan      sosial dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu atau kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l22 level1 lfo12; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik meningkatkan solidaritas      sesama anggota kelompok yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l22 level1 lfo12; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik merupakan jalan untuk      mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l22 level1 lfo12; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik dapat membantu menghidupkan      kembali norma-norma lama dan menciptakan norma baru.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l22 level1 lfo12; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik dapat berfungsi sebagai sarana      untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di dalam      masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l22 level1 lfo12; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik memunculkan sebuah kompromi      baru apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan yang seimbang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Segi negatif dari konflik :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l4 level1 lfo13; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Keretakan hubungan antarindividu dan      persatuan kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l4 level1 lfo13; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Kerusakan harta benda dan hilangnya      nyawa manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l4 level1 lfo13; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Berubahnya kepribadian para individu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l4 level1 lfo13; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Munculnya dominasi kelompok pemenang      atas kelompok yang kalah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik Dan Kekerasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo14; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dalam KBBI kekerasan didefinisikan      sebagai perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabakan cedera atau      matinya orang lain, atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang      lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo15; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Secara sosiologis kekerasan umumnya      teradi saat individu atau kelompok yang berinteraksi mengabaikan      norma-norma dan nilai sosial dalam mencapai tujuan masing-masing.Akibatnya      terjadilah konflik yang bermuara &amp;nbsp;kekerasan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Teori – teori tentang Kekerasan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Menurut Thomas santoso, terdapat 3 teori tentang kekerasan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l24 level1 lfo16; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Teori Kekerasan sebagai tindakan      aktor(individu) atau kelompok&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l24 level2 lfo16; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Manusia melakukan kekerasan karena       adanya faktor bawaan, seperti kelainan genetik atau fisiologis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l14 level1 lfo17; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Teori Kekerasan Struktural&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;\0022Times New Roman\0022&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Kekerasan bukan berasal dari orang tertentu melainkan terbentuk dalam suatu sistem sosial. Para ahli memandang kekerasan tidak hanya dilakukan oleh aktor atau kelompok semata melainkan dipengaruhi oleh suatu struktur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l13 level1 lfo18; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Teori Kekerasan sebagai kaitan antara      aktor dan struktural&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;\0022Times New Roman\0022&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konflik merupakan sesuatu yang telah ditentukan sehingga bersifat endemik bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu ada 4 jenis kekerasan yang diidentifikasikan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;\0022Times New Roman\0022&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;kekerasan terbuka (yang dapat dilihat)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;\0022Times New Roman\0022&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;kekerasan tertutup (kekerasan tersembunyi, berupa ancaman)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;\0022Times New Roman\0022&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;kekerasan agresif (kekerasan yang dilakukan untuk mendapatkan sesuatu, penjambretan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;\0022Times New Roman\0022&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;kekerasan defensif (kekerasan yang dilakukan untuk melindungi diri)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Salah satu bentuk kekerasan kolektif yang akhir-akhir initerjadi adalah : terorisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Cara Pengendalian Konflik dan Kekerasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial, yaitu konsoliasi, mediasi dan arbitasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Konsoliasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak yang bertikai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Mediasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Arbitasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dilakukan apabila kedua belah pihak sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan-keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Ajudication&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Cara penyelesaian konflik melalui pengadilan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;INTEGRASI SOSIAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Pengertian Integrasi Sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;\0022Times New Roman\0022&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dalam KBBI integrasi diartikan pembauran sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;\0022Times New Roman\0022&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama bahasa, kebiasaan, sistem nilai dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Pengertian integrasi sosial menurut ahli :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l7 level1 lfo19; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Menurut Baton : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;integrasi sebagai suatu pola hubungan      yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak      memberikan fungsi penting pada perbedaan pada ras tersebut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Syarat terjadinya Integrasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Menurut&amp;nbsp; William F. Ogburn dan Meyer Nimkoff, syarat&amp;nbsp; terjadinya integrasi sosial adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l18 level1 lfo20; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Anggota masyarakat merasa bahwa      mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan mereka&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l18 level1 lfo20; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Masyarakat berhasil menciptakan      kesepakatan (konsensus) bersama mengenai nilai dan norma&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l18 level1 lfo20; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Nilai dan norma sosial itu berlaku      cukup lama dan dijalankan secara konsisten&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya proses integrasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l11 level1 lfo21; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Homogenitas kelompok, pada masyarakat      yang homogenitasnya rendah integrasi sangat mudah tercapai , demikian      sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l11 level1 lfo21; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Besar kecilnya kelompok, jumlah      anggota kelompok mempengaruhi cepat lambatnya integrasi karena membutuhkan      penyesuaian diantara anggota.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l11 level1 lfo21; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Mobilitas geografis, semakin sering      anggota suatu masyarakat datang dan pergi maka semakin mempengaruhi proses      integrasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l11 level1 lfo21; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Efektifitas komunikasi, semakin      efektif komunikasi, maka semakin cepat integrasi anggota-anggota      masyarakat tercapai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Bentuk-bentuk integrasi sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l12 level1 lfo22; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Integrasi Normatif : integrasi yang      terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku dimasyarakat,&amp;nbsp; contoh      masyarakat Indonesia dipersatukan oleh semboyan Bhineka Tunggal Ika&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l12 level1 lfo22; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Integrasi Fungsional, integrasi yang      terbentuk sebagai akibat adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyrakat.      Contoh Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, mengintegrasikan dirinya      dengan melihat fungsi masing-masing, suku bugis melaut, jawa pertanian,      Minang pandai berdagang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l12 level1 lfo22; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Integrasi Koersif, integrasi yang      terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa.. Dalam hal ini      penguasa menggunakan cara koersif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Proses Integrasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo23; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Asimilasi : berhadapannya dua      kebudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi sehingga memunculkan      kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l8 level1 lfo24; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Akulturasi : proses sosial yang      terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada      kebudayaan asing (baru), sehingga kebudayaan asing (baru) diserap/diterima      dan diolah dalam kebudayaan sendiri, tanpa meninggalkan sifat aslinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Faktor-faktor Pendorong Integrasi Sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l15 level1 lfo25; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Adanya tolerasnsi terhadap kebudayaan      yang berbeda&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l15 level1 lfo25; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Kesempatan yang seimbang dalam bidang      ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l15 level1 lfo25; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Mengembangkan sikap saling menghargai      orang lain dengan kebudayaannya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l15 level1 lfo25; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Adanya sikap yang terbuka dengan      golongan yang berkuasa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l15 level1 lfo25; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Adanya persamaan dalam unsur unsur      kebudayaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l15 level1 lfo25; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Adanya perkawinan campur (amalgamasi)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l15 level1 lfo25; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Adanya musuh bersama dari luar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;(Buku sumber)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Maryati, Kun,dkk, Sosiologi untuk SMA&amp;nbsp; Kelas XI. Jakarta : Erlangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Tim Sosiologi, Sosiologi 2. Jakarta : Yudistira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5275701646378288036-7201672931613269824?l=sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/feeds/7201672931613269824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/2010/10/konflik-dan-integrasi-sosial.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5275701646378288036/posts/default/7201672931613269824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5275701646378288036/posts/default/7201672931613269824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/2010/10/konflik-dan-integrasi-sosial.html' title='Bab 3. KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL'/><author><name>SOSIOLOGI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15867990114068366172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/THSclvOCFRI/AAAAAAAAAAU/RzcOMmn-HtI/S220/guru+toni.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5275701646378288036.post-2331801999989459127</id><published>2010-09-02T10:37:00.001+07:00</published><updated>2011-09-26T16:52:11.795+07:00</updated><title type='text'>Bab 2. STRATIFIKASI SOSIAL</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB. II. STRATIFIKASI SOSIAL &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1.1 Pengertian&lt;br /&gt;Secara harafiah:&lt;br /&gt;dari bahasa latin yaitu stratum dan socius.&lt;br /&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;stratum : tingkatan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;socius : teman atau      masyarakat&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;secara harafiah      stratifikasi sosial berarti Tingkatan-tingkatan yang ada dalam      masyarakat &lt;/ul&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt;v\:* {behavior:url(#default#VML);}o\:* {behavior:url(#default#VML);}w\:* {behavior:url(#default#VML);}.shape {behavior:url(#default#VML);}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l2 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Menurut ahli:&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l3 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Pitrim A. Sorokin: Pembeda      penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l8 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Max Webber: Penggolongan      orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam      lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese, dan      prestise.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Paul B.Horton dan Chester :      Sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat Dari Definisi      diatas dapat disimpulkan bahwa stratifikasi sosial adalah pembedaan      kelas-kelas secara vertikal yang diwujudkan dengan adanya tingkatan      masyarakat dari yang lebih tinggi sampai yang paling rendah&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;1.2 Faktor-faktor penyebab Terbentuknya stratifikasi sosialFaktor-faktor penyebab Terbentuknya stratifikasi sosial dalam masyarakat didukung oleh:a. Perbedaan ras dan kebudayaanb. Adanya spesialisasi dalam bidang pekerjaan.c. Adanya kelangkaan dalam masyarakat menyangkut pembagian hak dan kewajiban.1.3 Dasar-dasar stratifikasi sosialKriteria untuk menggolongkan masyarakat ke golongan tertentu ditentukan oleh:a. Kekayaan.b. Kekuasaan.c. Kehormatan.d. Pendidikan/pengetahuan.1.4 Unsur-unsur stratifikasi sosialStratifikasi sosial memiliki dua unsur yaitu:a. Statusb. Peran&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Status Adalah posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3 cara memperoleh status:&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Ascribe Status, merupakan      kedudukan yang di peroleh seseorang melalui kelahiran.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Achived Status, merupakan      status atau kedudukan seseorang yang diperoleh melalui usaha-usaha yang      disengaja.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Assigned Status, merupakan      status atau kedudukan yang diberikan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Peran Adalah perilaku yang sesungguhnya dari orang yang melakukan peranan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Menurut Soerjono Soekanto di dalam peran mengandung tiga hal:&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Norma-norma di dalam      masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Konsep tentang yang      dilakukan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l7 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Perilaku individu&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Gambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9I2IZGIVI/AAAAAAAAADo/hLUX0YNkyPw/s1600/stratifikasi+sosial.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="222" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image001.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;1.5 Sifat-sifat stratifikasi sosialStratifikasi memiliki tiga sifat, yaitu:a. Stratifikasi tertutupb. Stratifikasi sosial terbukac. Stratifikasi sosial campuranStratifikasi Tertutup Adalah Sistem pelapisan yang jalan masuk menjadi anggota atau warga suatu pelapisan tertentu hanyalah melalui kelahiran.Contoh Pelapisan pada masyarakat berkasta, pada masyarakat dengan sistem feodal, atau pada masyarakat yang masih menggunakan kriteria ras sebagai dasar pelapisan sosialnya.Gambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH8boA75iVI/AAAAAAAAAC4/lb5BBZWrxKk/s1600/tertutup+sekali.png"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="89" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" width="184" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Stratifikasi TerbukaAdalah Setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk naik ke pelapisan sosial yang lebih tinggi karena kemampuan dan kecakapannya sendiri, atau turun ke pelapisan sosial yang lebih rendah bagi mereka yang tidak cakap dan tidak beruntung.Contoh Masyarakat di negara industri maju atau masyarakat pertanian yang telah mengalami gelombang modernisasi.Gambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH8aquxjn8I/AAAAAAAAACo/dNkrN18vEP0/s1600/gambar+stratifikasi+terbuka.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="88" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" width="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Stratifikasi CampuranAdalah Stratifikasi gabungan antara stratifikasi terbuka dan tertutup.Contoh Kehidupan masyarakat Bali, walaupun budaya masyarakatnya tertutup, tetapi secara ekonomi sistem pelapisan sosialnya bersifat terbuka.Gambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH8bxzp1xyI/AAAAAAAAADA/2tFyCq_EOu4/s1600/campuran+nian.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="123" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image005.jpg" width="303" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Wujud Stratifikasi SosialStratifikasi sosial EkonomiPembagian/stratifiksi masyarakat berdasarkan ekonomi akan membedakan masyarakat atas kepemilikan harta. Berdasarkan kepemilikan harta.Masyarakat dibagi dalam tiga kelas.:a. Kelas atas, terdiri dari kelompok orang-orang kaya dengan leluasa dapat memenuhi kebutuhan hidupnya bahkan secara berlebihan.b. Kelas menengah, terdiri dari kelompok orang-orang yang berkecukupan yang sudah bisa memenuhikebutuhan pokok (primer).c. Kelas bawah, Terdiri dari orang-orang miskin yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan primer.Arisoteles membagi masyarakat secara ekonomi menjadi tiga kelas, yakni :a. golongan sangat kaya,b. golongan kaya, danc. golongan miskin.Arisoteles menggambarkan ketiga kelas tersebut dalam sebuah piramida. :1. Golongan sangat kaya2. Golongan kaya3. Golongan miskinGambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9JOL4VMsI/AAAAAAAAADw/zi34PEBpaVY/s1600/golongan+kaya,sangat.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image006.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9JmMOG21I/AAAAAAAAAD4/ggO5I38ZhgY/s1600/lapisan+ekonomi+upper.jpg" style="float: right;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image007.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari Tiga kelas sosial masing-masing masih dapat dibagi menjadi subkelas sehingga kalau digambarkan akan menjadi sebagai berikut. :a. Kelas atas :1. Kelas atas atas (AA)2. Kelas atas menengah (AM)3. Kelas ata bawah (AB)b. Kelas menengah1. Kelas menengah atas (MA)2. Kelas menengah menengah (MM)3. Kelas menengah bawah (MB)c. Kelas bawah1. Kelas bawah atas (BA)2. Kelas bawah menengah (BM)3. Kelas bawah bawah (BB)Wujud SosialKriteria sosial Pelapisan masyarakat secara sosia; ialah sistem pengelompokan masyarakat menurut status umumnya nilai status sosial dalam masyarakat diukur dari prestis (gengsi).Contoh: orang lebih memilih bekerja dikantor dari pada menjadi pedagang Pada masyarakat Bali, status masing-masing orang ditentukan berdasarkan kasta sehingga tidak memungkinkan untuk berpindah status.Hal lain yang dianggap penting adalah menyangkut:a. Hukum adatb. Perkawinanc. Sopan santunWujud PolitikPelapisan masyarakat berdasarkan kriteria politik, berarti pembedaan penduduk atau wujud masyarakat menurut kriteria wewenang dan kekuasaan-kekuasaan.Menurut Max Iver, ada tiga pola umum sistem status sosial:a. Tipe kastab. Tipe oligarkhic. Demokratisa. Tipe kastaCiri-ciri:- Memiliki sistem stratifikasi kekuasaan dengan garis besar pemisah yang tegas dan kaku.- Garis pemisah antara masing-masing pelapisan hampir tidak mungkin ditembus.- Biasa di jumpai pada masyarakat berkasta.- Bersifat tertutupb. Tipe OligarkhiCiri-ciri:- Garis pemisahnya tegas diantara strata tapi perbedaan antara status yang satu dengan yang lain tidak begitu&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencolok.- Pelapisan dapat ditembus, karena bersifat terbuka.- Biasa terdapat pada negara Tasisme atau Feodaly berkembang.- Kedudukan dipengaruhi oleh faktor kelahiran.c. Tipe demokratisCiri-ciri:- Adanya pemisah antara lapisan yang sifatnya bergerak- Faktor kelahiran tidak menemukan kedudukan seseorang, yang terpenting adalah kemampuan dan kadang-kadang faktor keberuntungan.1.7 Sistem stratifikasi pada masyarakat IndonesiaSistem pelapisan sosial yang pernah berlaku/dialami oleh masyarakat di Indonesia diantaranya akan dibagi pada berikut ini:A. Sistem pelapisan pada masyarakat pertanian&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berdasarkan pemilikan tanah, masyarakat pertanian dapat di bedakan atas 3 lapisan, yaitu:&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Lapisan tertinggi, yaitu      petani yang memiliki rumah, perkarangan, serta lahan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Lapisan menengah, yaitu      petani yang memiliki rumah serta perkarangan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l0 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Lapisan terendah, yaitu      petani yang tidak memiliki rumah, perkarangan ,serta lahan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&amp;nbsp;Berdasarkan kreteria ekonomi :&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l4 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Lapisan pertama : kaum elit      desa yang memiliki cadangan pangan dan pengembangan usaha&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l4 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;lapisan kedua terdiri dari      orang yang memiliki cadangan pangan saja&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l4 level1 lfo8; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Lapisan ketiga : orang yang      tidak memiliki cadangan pangan dan cadangan usaha dan mereka bekerja untuk      memenuhi kebutuhan konsumsi perutnya agar tetap hidup&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Gambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9Ly3rv69I/AAAAAAAAAEI/q4o-Z77PdwU/s1600/lapisan+jawa.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="312" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image008.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;B. Sistem stratifikasi sosial pada masyarakat feodal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pola dasar masyarakat feodal sebagai berikut:&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l5 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Raja dan kaum bangsawan      merupakan pusat kekuasaan dan harus dihormati.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l5 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Terdapat lapisan utama,      yaitu Raja dan kaum bangsawan dan lapisan bawah, yakni rakyat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l5 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Ada pola ketergantungan dan      patrimonialistik, artinya kaum fedral merupakann panutan yang harus      disegani, sedangkan rakyat harus menghambat dan selalu dalam posisi di      rugikan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l5 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Terdapat pola hubungan      antar kelompok yang ddeskriminatif.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l5 level1 lfo9; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;Golongan bawah cenderung      memiliki sistem stratifikasi tertutup. Contoh lapisan sosial pada      masyarakat feodal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;a. Lapisan sosial pada masyarakat Surakarta dan Yogyakarta1. Kaum bangsawan.2. Golongan priyayi, yaitu pegawai kerajaan yang memiliki pendidikan tinggi.3. Golongan wong cilik.Gambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9MPC0h3kI/AAAAAAAAAEQ/WxB6mBX6VzQ/s1600/jawa+2.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image009.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;b. Lapisan sosial pada masyarakat Aceh1. Keturunan raja atau bangsawan2. Golongan kedua meliputi olei baalang3. Rakyat biasaGambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9MeKbbboI/AAAAAAAAAEY/cd7ZeoJ-tqc/s1600/lap+aceh.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image010.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;c. Lapisan sosial pada masyarakat Makassar1. Golongan bangsawan atau keturunan raja: o Ana karung, Ana karaeng2. To-Merdeka3. ATTAC. Sistem stratifikasi sosial pada zaman BelandaSecara garis besar digambarkan seperti bagan berikut ini :Gambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9M4ai1UQI/AAAAAAAAAEg/T2NbeVid_dM/s1600/belanda.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="169" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image011.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;1 Golongan Eropa2. Golongan Timur Asing3. Golongan Bumi PuteraD. Sistem stratifikasi sosial pada zaman JepangSecara garis besar digambarkan seperti bagan berikut ini :1 Golongan Jepang2. Golongan Bumi Putera3. Golongan Cina &amp;amp; EropaGambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9NV2qpjTI/AAAAAAAAAEo/c_7QZpmfG3E/s1600/jepang.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="194" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image012.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;E. Sistem stratifikasi sosial pada zaman Industri modernSecara garis besar digambarkan seperti bagan berikut ini :1. Kel. Profesional2. Kel. Profesional awal dan semi profesional3. Buruh rendahanGambar :&lt;div align="center" class="separator" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9NoxVUPjI/AAAAAAAAAEw/ZGHwAtzqjSg/s1600/propesi+lapisan.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;&lt;span style="mso-ignore: vglayout;"&gt;&lt;img border="0" height="236" src="file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image013.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5275701646378288036-2331801999989459127?l=sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/feeds/2331801999989459127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/2010/09/stratifikasi-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5275701646378288036/posts/default/2331801999989459127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5275701646378288036/posts/default/2331801999989459127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/2010/09/stratifikasi-sosial.html' title='Bab 2. STRATIFIKASI SOSIAL'/><author><name>SOSIOLOGI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15867990114068366172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/THSclvOCFRI/AAAAAAAAAAU/RzcOMmn-HtI/S220/guru+toni.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5275701646378288036.post-81534364339928578</id><published>2010-08-24T11:33:00.002+07:00</published><updated>2011-09-26T16:52:29.735+07:00</updated><title type='text'>Bab 1. STRUKTUR SOSIAL DAN DIFERENSIASI SOSIAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I. STRUKTUR SOSIAL DAN DIFERENSIASI SOSIAL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;1.1. Pengertian dan ciri Struktur Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengertian Struktur Sosial :Struktur sosial adalah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat, di dalam struktur sosial&amp;nbsp; tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang menunjuk pada suatu keteraturan perilaku. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengertian struktur sosial menurut Ahli :&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Coleman : Pola hubungan antar manusia dan antarkelompok manusia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kornblum : Pola perilaku individu dan kelompok, yaitu perilaku&amp;nbsp; berulang-ulang yang menciptakan&amp;nbsp; hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Soerjono soekanto : sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan peranan-peranan sosial&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ciri-ciri Struktur Sosial :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;li&gt;struktur sosial mengacu pada hubungan sosial yang pokok, yang dapat memberikan bentuk pada masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;struktur sosial mencakup semua hubungan sosial antara individu-individu pada saat tertentu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;struktur sosial meliputi seluruh kebudayaan dalam masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;struktur sosial merupakan realitas sosial yang bersifat statis dan memiliki kerangka yang membentuk suatu tatanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat yang mengandung dua pengertian. Pertama di dalam struktur sosial terdapat peranan yang bersifat empiris, kedua di dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terdapat tahap perhentian.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}p.NoSpacing, li.NoSpacing, div.NoSpacing	{mso-style-name:"No Spacing";	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.ListParagraph, li.ListParagraph, div.ListParagraph	{mso-style-name:"List Paragraph";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:36.0pt;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.ListParagraphCxSpFirst, li.ListParagraphCxSpFirst, div.ListParagraphCxSpFirst	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpFirst";	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.ListParagraphCxSpMiddle, li.ListParagraphCxSpMiddle, div.ListParagraphCxSpMiddle	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpMiddle";	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:0cm;	margin-left:36.0pt;	margin-bottom:.0001pt;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}p.ListParagraphCxSpLast, li.ListParagraphCxSpLast, div.ListParagraphCxSpLast	{mso-style-name:"List ParagraphCxSpLast";	mso-style-type:export-only;	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:36.0pt;	mso-add-space:auto;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:219949228;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-979829206 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l0:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:90.0pt;	mso-level-number-position:left;	margin-left:90.0pt;	text-indent:-18.0pt;	font-family:Symbol;}@list l1	{mso-list-id:324744002;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:1590210704 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l1:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:90.0pt;	mso-level-number-position:left;	margin-left:90.0pt;	text-indent:-18.0pt;	font-family:Symbol;}@list l2	{mso-list-id:743071901;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-1730666692 67698709 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l2:level1	{mso-level-number-format:alpha-upper;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;}@list l3	{mso-list-id:985280228;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:1159515380 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l3:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:90.0pt;	mso-level-number-position:left;	margin-left:90.0pt;	text-indent:-18.0pt;	font-family:Symbol;}@list l4	{mso-list-id:1235777306;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:346071436 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l4:level1	{mso-level-number-format:alpha-lower;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;}@list l5	{mso-list-id:1466771135;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:2096913644 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;}@list l5:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;	font-family:Symbol;}@list l5:level2	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:o;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;	font-family:"Courier New";}@list l5:level3	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;	font-family:Wingdings;}@list l6	{mso-list-id:1662852706;	mso-list-type:hybrid;	mso-list-template-ids:-1547654622 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;}@list l6:level1	{mso-level-number-format:alpha-lower;	mso-level-tab-stop:none;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Fungsi Struktur Sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Menurut Mayor Polak ada 3 fungsi struktur social :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sebagai pengawas social, yakni penekanan terhadap kemungkinan terjadi pelanggaran atas norma dan nilai dan peraturan kelompok atau masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sabagai dasar untuk menanamkan disiplin social kelompok atau masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktus social merupakan karakteristik yang khas dimiliki oleh masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bentuk Struktur social&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dilihat dari sifatnya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social Kaku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social merupakan bentuk struktur social yang tidak bias diubah atau sekurang-kurangnya masyarakat mengalami kesulitan besar untuk melakukan perpindahan status/kedudukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social kaku &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social yang setiap anggotanya &amp;nbsp;bebas bergerak melakukan perubahan status / kedudukannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social formal &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social yang diakui oleh pihak berwenang, contoh lembaga pemerintahan tingkat kabupaten yang terdiri dari bupati, wakil bupati, sekwilda dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social informal &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social yang nyata ada dan berfungsi tetapi tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak berwenang, contoh tokoh masyarakat yang disegani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dilihat dari identitas anggota masyarakatnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social heterogen &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social yang ditandai oleh keragaman identitas anggota masyarakatnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social homogen &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Struktur social yang ditandai oleh keanggotaannya sama / sejenis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dilihat dari ketidaksamaan social :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi Sosial&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ( Secara horizontal )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Stratifikasi Sosial&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ( Secara vertikal )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Secara horizontal merupakan struktur masyarakat dengan berbagai kesatuan social berdasarkan perbedaan perbedaan suku, agama, dan adat istiadat yang dikenal dengan istilah diferensiasi social&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Secara vertical merupakan struktus social yang ditandai oleh kesatuan kesatuan social berdasarkan perbedaan pelapisan social baik lapisan atas maupun lapisan bawah yang dikenal dengan istilah stratifikasi social&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9PQj7PE_I/AAAAAAAAAFA/2QhT_AxN8Ng/s1600/heterogenitas.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9PQj7PE_I/AAAAAAAAAFA/2QhT_AxN8Ng/s320/heterogenitas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Faktor pembentuk ketidaksamaan social&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Factor geografis : Perbedaan mata pencaharian, tradisi, letak geografis, iklim, suhu, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Factor etnis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kemampuan / potensi diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Latar belakang social&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Menurut pendapatan Peter M. Blau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Intersected social structuce :Struktur social yang keanggotaannya bersifat menyilang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Consolidated social structure : Struktur social yang setiap anggotanya tumpang tinggi paramenter ( tolak ukur ), dan mengakibatkan penguat identitas keanggotaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Unsur – unsur struktur social&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;menurut Soerjono Soekanto unsur – unsur social dalam struktur social meliputi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kelompok social&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kebudayaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Lembaga social&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Stratifikasi social&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kekuasaan dan wewenang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi Sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pengertian Deferensiasi Sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi social adalah perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukan adanya suatu tingkatan (hirarki). Dengan kata lain diferensiasi social adalah klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang biasanya sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi social dikenal juga dengan istilah kemajemukan – kemajemukan social ditandai dengan perbedaan-perbedaan sebagai berkut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 90pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan ciri fisik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 90pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan ciri social&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 90pt; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan ciri budaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9O03j8fmI/AAAAAAAAAE4/lLGJAzv_YwI/s1600/bentuk+struktur+sosial.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://1.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9O03j8fmI/AAAAAAAAAE4/lLGJAzv_YwI/s320/bentuk+struktur+sosial.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bentuk – bentuk diferensiasi social :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi Ras, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi Etnis,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;C.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi Agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;D.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiai Gender&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi Ras, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pengelompokan manusia berdasarkan ras merupakan pengelompokan manusia yang bersifat jasmaniah, berdasarkan pada cirri-ciri fisik, seperti warna kulit, rambut, serta bentuk-bentuk bagian wajah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dengan kata lain diferensiaisi ras adalah gelompokan masyarakat berdasarkan ciri – ciri&amp;nbsp; fisiknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ras&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; adalah Pengelompokan manusia yang didasarkan oleh ciri fisik termasuk cirri genotif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pembagian Ras di dunia menurut A.L Kroeber :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ras Austroloid mencakup penduduk asli &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ras Mongoloid mencakup Asiatic Mongoloid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ras Kaukosoid mencakup Nordic, Mediteranian, dan &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ras Negroid mencakup African, Nergrito&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ras – Ras khusus mencakup Bushman, Veddcid, Polynesian, Ainu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi Etnis (Suku Bangsa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi etnis atau suku bangsa menunjukan bahwa masyarakat terdiri atas berbagai suku bangsa dengan bahasa dan kebudayaan masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dengan kata lain diferensiasi etnis merupakan perbedaan manusia /penggolongan manusia berdasarkan cirri-ciri budaya , yang mencakup &amp;nbsp;bahasa, kesenian, dan dapt istiadat. ( atas identitas dan kebudayaan )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Etnis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; adalah suatu kelompok golongan manusia yang terikat oleh kesadaran aktivitas akan kesatuan kebudayaannya sendiri.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi Agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi social atas dasar agama terwujud dalam kenyataan social bahwa masyarakat terdiri atas orang-orang yang menaganut suatu agama tertentu termasuk dalam suatu komunitas atau golongan yang disebut umat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dengan kata lain diferensiais agama adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan kepercayaan /agama, mencakup Islam, Khatolik, Kristen, Hindu, dan Buddha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Menurut Emile Durkheim &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;agama adalah sistem terpercaya yang terdiri atas kepercayaan yang berhubungan dengan hal- hal suci.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Agama berisi tentang :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sesuatu yang dianggap sacral , melebihi kehidupan duniawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sekumpulan kepercayaan tentang hal yang dianggap sacral&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Penegasan kepercayaan dengan melaksanakan ritual, yaitu aktifitas keagamaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sekumpulan kepercayaan yang ikut dalam ritual yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diferensiasi Gender&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada umumnya orang mengangap istilah gender sama dengan seks (jenis kelamin) , tetapi sesungguhnya tidaklah demikian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Menurut William Ogburn , perbedaan secara seks adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan secara biologis, yaitu karakter primer, seperti alat kelamin,&amp;nbsp; sedangkan perbedaan gender cara berperilaku pria dan wanita yang ditentukan oleh kebudayaan atau kodratnya dan kemudian menjadi bagian kepribadiannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pengertian Gender&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; adalah pola perilaku seseorang yang dibentuk oleh kebudayaan/ kodrat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pengertian Peran Gender&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; sebagai pembedaan jenis kelamin, pria dan wanita secara biologis pria memiliki kekuatan fisik yang melebihi wanita, sedangkan wanita memiliki kemampuan mengandung dan melahirkan anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pengaruh Diferensiasi Sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Primodialisme, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;yaitu pandangan atau paham yang menunjukan sikap berpegang teguh padahal yang semula di bawa sejak semula melekat pada diri individu, seperti suku, bangsa, ras, dan agama. ( Sejak Lahir )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Etnosentrisme&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, yaitu suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran – ukuran yang berlaku dimasyarakatnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sektarian&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, yaitu keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi masa, baik formal atau informal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kosolidasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, merupakan usaha untuk memperkuat suatu hubungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sisi Positif Primodialisme :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 90pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mengikat / memperkuat suatu kelompok / golongan terutama menghadapi ancaman dari luar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sisi Negatif Primodialisme :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 90pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Membangkitkan permusuhan terhadap kelompok lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sisi Positif Etnosentrisme :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 90pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Menjaga keutuhan dan kestabilan budaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 90pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mempertinggi semangat patriotisme dan kesetiaan pada bangsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 90pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Memperteguh rasa cinta terhadap budaya dan bangsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sisi Negatif Entosantrisme :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="NoSpacing" style="margin-left: 90pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mengakibatkan konflik social dan budaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5275701646378288036-81534364339928578?l=sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/feeds/81534364339928578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/2010/08/konflik-sosial.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5275701646378288036/posts/default/81534364339928578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5275701646378288036/posts/default/81534364339928578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosiologi-sosiologixavega.blogspot.com/2010/08/konflik-sosial.html' title='Bab 1. STRUKTUR SOSIAL DAN DIFERENSIASI SOSIAL'/><author><name>SOSIOLOGI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15867990114068366172</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/THSclvOCFRI/AAAAAAAAAAU/RzcOMmn-HtI/S220/guru+toni.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_3T85fBGUILc/TH9PQj7PE_I/AAAAAAAAAFA/2QhT_AxN8Ng/s72-c/heterogenitas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
